Bukan kata yang familiar untuk menyebut aku dan kamu, kita berbeda, kita untuk kita berbeda. Aku dan kamu berbicara tentang persamaan dan berusaha tidak membicarkan perbedaan, karena kita berjalan hari ini.
Kita tidak pernah berbicara masa depan, tapi aku dan kamu setia menemani hari-hari kita berdua. Kita berjalan beriringan mungkin dengan arah tujuan yang berbeda, namun kita sejalan, saat ini mungkin kita berada jalur yang sama, namun suatu hari mungkin kita akan menemukan jalan yang berbeda.
Aku bisa tertawa, menangis, menggerutu, dan marah tanpa ragu kamu akan pergi, dan begitu pula kamu.
Kita, tidak terdefinisi, karena hanya kita yang tau apa arti aku dan kamu bagi satu sama lain.
Mungkin jika waktu diulang, aku tidak akan pernah melihat kamu, dan kamu mungkin juga. Tapi tahukah kamu, bahwa saat ini adalah saat yang baik untuk kita satu sama lain untuk saling belajar. Bahwa ada hal-hal baik disana, diluar sana. Jika kita memang tidak akan pernah menjadi kita, dan tetap menjadi aku dan kamu. Biarkan aku dan kamu tetap berjalan, sampai waktu kita habis, sampai jalan yang kita lalui tidak lagi sama.
jadi saat ini mari nikmati menjadi kita, dengan definisi kita :)
Selasa, 26 Mei 2015
Kamis, 21 Mei 2015
This Is Water
Pertama kali membaca kalimat ini di Antologi Rasa nya Ika Natasa, ketika keara meyadari bahwa dia mencintai orang yang tidak mencintai dia balik, ketika dia sadar bahwa dia berjuang sendiri sedangkan cintanya mencintai orang lain. This is water.
Saya pernah mengalami, mungkin dalam konteks yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, ada banyak hal yang belakangan baru saya sadari, setelah bertemu dengan banyak orang, mengalami banyak hal baru yang belum pernah saya rasakan dan alami sebelumnya. This is water, ketika menyadari bahwa tidak ada yang tidak mungkin, bahkan berdamai dengan masa lalu. This is water ketika resiko tersakiti saat (akhirnya) bisa mencintai orang lain dengan hati dan pikiran dapat membuat semuanya indah, tanpa harus memiliki, karena mungkin kesempatan untuk mencintai hanya akan terjadi sekali seumur hidup (dan well belum terjadi).
This is water, ketika hubungan-hubungan panjang yang terjaga dengan berbagai alasan mulai disudahi, karena memang tidak pada tempatnya.
This is water ketika bersama seseorang terasa begitu nyaman, bahkan ketika hanya diam.
This is Water...
ketika situasi-situasi yang saya hindari berusaha saya hadapi, karena tahu bahwa saya tidak bisa lari dari kenyataan, dan akan lebih baik untuk dihadapi.
This is water, ketika saya menyadari sekuat apapun saya lari, masa lalu akan tetap ada, yang harus dilakukan hanya berdamai, memangnya saya punya pilihan? hahahahhaha
This is water
ketika pada akhirnya, membuka hati adalah satu satunya pilihan untuk berjalan kedepan.
masalahnya hanya saya siap atau tidak, saya mau atau tidak, karena saya tahu ketika mulai melangkah ke depan, kaki ini tidak akan mundur lagi.
This is water,
karena setelah obrolan panjang tentang "Kita" berakhir dengan mari kita berhubungan dengan normal saja, karena toh selama ini tidak ada "kita" yang ada hanya aku dan kamu bersama karena ingin bersama .
This is water...
ketika "Aku Sayang Kamu" menjadi kata yang begitu sulit diucapkan, karena mungkin saya lebih suka mengatakannya langsung, walaupun apapun yang berasal dari hati akan sampai ke hati.
This is Water
karena penting buat saya kamu akan bahagia, karena kamu ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.
well this is water
Saya pernah mengalami, mungkin dalam konteks yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, ada banyak hal yang belakangan baru saya sadari, setelah bertemu dengan banyak orang, mengalami banyak hal baru yang belum pernah saya rasakan dan alami sebelumnya. This is water, ketika menyadari bahwa tidak ada yang tidak mungkin, bahkan berdamai dengan masa lalu. This is water ketika resiko tersakiti saat (akhirnya) bisa mencintai orang lain dengan hati dan pikiran dapat membuat semuanya indah, tanpa harus memiliki, karena mungkin kesempatan untuk mencintai hanya akan terjadi sekali seumur hidup (dan well belum terjadi).
This is water, ketika hubungan-hubungan panjang yang terjaga dengan berbagai alasan mulai disudahi, karena memang tidak pada tempatnya.
This is water ketika bersama seseorang terasa begitu nyaman, bahkan ketika hanya diam.
This is Water...
ketika situasi-situasi yang saya hindari berusaha saya hadapi, karena tahu bahwa saya tidak bisa lari dari kenyataan, dan akan lebih baik untuk dihadapi.
This is water, ketika saya menyadari sekuat apapun saya lari, masa lalu akan tetap ada, yang harus dilakukan hanya berdamai, memangnya saya punya pilihan? hahahahhaha
This is water
ketika pada akhirnya, membuka hati adalah satu satunya pilihan untuk berjalan kedepan.
masalahnya hanya saya siap atau tidak, saya mau atau tidak, karena saya tahu ketika mulai melangkah ke depan, kaki ini tidak akan mundur lagi.
This is water,
karena setelah obrolan panjang tentang "Kita" berakhir dengan mari kita berhubungan dengan normal saja, karena toh selama ini tidak ada "kita" yang ada hanya aku dan kamu bersama karena ingin bersama .
This is water...
ketika "Aku Sayang Kamu" menjadi kata yang begitu sulit diucapkan, karena mungkin saya lebih suka mengatakannya langsung, walaupun apapun yang berasal dari hati akan sampai ke hati.
This is Water
karena penting buat saya kamu akan bahagia, karena kamu ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.
well this is water
Minggu, 28 September 2014
Refleksi Kematian
Manusia hidup dan dihidupkan dengan satu tujuan, untuk mati. Begitu kira-kira yang sering saya dengar ketika ceramah atau datang ke pengajian. Hanya sesimple itu sebetulnya, hidup untuk mati. Tapi coba direnungi apakah hidup hanya selurus itu? rasanya tidak. Ada banyak alasan mengapa manusia diciptakan selain untuk mati, menurut saya. Mungkin mati sebagai penanda batas, bahwa apapun yang kita perbuat dan dapatkan, hidup kita akan berakhir pada ruang 2x2 dengan balutan kain kafan.
Kenapa berat banget obrolan soal mati, karena sebagian dari kita (dan saya) punya ketakutan kepada kematian. Entah karena merasa belum cukup "bekal" atau belum cukup merasakan kesenangan fana. Hahaha....
Saya habis menjenguk nenek teman saya, beliau sudah 80-an tahun, sakit parah namun masih sadarkan diri, disela-sela rintihan kesakitan beliau meminta untuk mati saja. Sedih. Dibalut kulit tuanya, dan didera sakit yang luar biasa, Mbah lupa merasakan hidup, ingin melupakan rsanya sakit yang menusuk setiap jengkal tubuhnya dengan mati.
Saya tertampar, begitu hebatnya kehidupan. Saya pun sering lupa bagaimana semestinya hidup. Apakah ada manual book untuk menjalani hidup yang baik. Konyol? iya memang. Banyak ketakutan kita terhadap kematian karena hal-hal yang sebenernya diluar kuasa dan kontrol kita. Mungkin seharusnya yang lebih penting untuk dikhawatirkan adalah hidup, bagaimana membuat perjalanan kita sebelum mati ini berharga.
Bagaimana kita menghargai hidup. Banyak orang memilih untuk mengakhiri hidup mereka, karena mereka merasa tidak ada yang baik dalam hidup mereka. Tapi mungkin mereka lupa, saya, kamu sudah diberikan nyawa, mimpi dan keinginan. Sudah diberikan kehidupan. Ketika ada yang ingin mati, kita takut mati. Namun, lupa bahwa esensi kehidupan adalah menuju mati. Saya tersadar bahwa konyol saja kalo kita harus melakukan hal-hal yang tidak baik hanya untuk hidup, karena sejatinya kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang harus kita syukuri keberadaanya.
Semoga saya dan kamu bisa memaknai hidup dengan lebih bijaksana.
_ALS29092014_
Selasa, 27 Mei 2014
Addicted To Work
Do you love what you do? or you do what you love?
Actually, i enjoyed most of my time in front of the computer, i always find it's fascinated. Discover something, read something new, create an idea, for me is like making my dream come true.
But lately i realized, yes i do love my job, i forget to enjoy life, what happened out there, away from my computer. i used to work late everyday, feels like doing a great thing after a long day. i wondering lately, do i really enjoy that? or i try to run from something that i cant face?
Actually, i enjoyed most of my time in front of the computer, i always find it's fascinated. Discover something, read something new, create an idea, for me is like making my dream come true.
But lately i realized, yes i do love my job, i forget to enjoy life, what happened out there, away from my computer. i used to work late everyday, feels like doing a great thing after a long day. i wondering lately, do i really enjoy that? or i try to run from something that i cant face?
Kamis, 15 Mei 2014
Rotasi
Ingat dulu ketika SD kita familiar dengan kata roytasi? bumi berotasi pada porosnya 1 x 24 jam. Jadi rotasi membutuhkan poros. Poros yang menjadi pusat tumpuan berputar, tumpuan untuk bergerak. Begitu pula rumah yang sejatinya merupaka tempat 'pulang' tempang kembali.
Mengapa kita sebergantung itu dengan sebuah poros, apakah kita tidak bisa berputar bebas seperti gangsing? ah gangsing pun memiliki titik tumpu, jadi seperti apa hidup yang tanpa poros, hidup yang tidak memiliki titik tumpu?
Tanpa sadar kita ikut berputar bersama bumi, pagi-siang malam, belajar, berproses melewati waktu. Sadarkah hidup kita sendiri ikut berotasi? Melihat seseorang - membicarakannya, sadarkah bahwa orang lain mungkin saja akan membicarakan kita, seperti apa yang kita lakukan.
Saya tersadara ketika begitu membenci seseorang atau mencintai seseorang, perasaan tersebut ikut berotasi. Hilang dan kembali, kemudian bertambah dan berkurang. Mungkin ada sesuatu yang terlewatkan, tanpa sadar saya lupa, bahwa perasaan saya ikut berotasi. Begitu pun dengan kelakuan saya. Mungkin hari ini saya baik, tapi rotasi membuat saya lupa bahwa sejatinya saya baik.
Tersadar oleh sesuatu, bahwa semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Perasaan ataupun pikiran. Mungkin seharusnya ketika perasaan berotasi, saya harusnya diam, menarik napas panjang, berhenti berpikir, memejamkan mata kemudian melupakan. Mungkin seharusnya begitu, karena saya lupa ketika perasaan berotasi ke arah lain, saya akan menyesali apa yang saya lakukan sebelumnya.
Karena hidup yang singkat akan terus berotasi. Mari menjernihkan kepala.
Mengapa kita sebergantung itu dengan sebuah poros, apakah kita tidak bisa berputar bebas seperti gangsing? ah gangsing pun memiliki titik tumpu, jadi seperti apa hidup yang tanpa poros, hidup yang tidak memiliki titik tumpu?
Tanpa sadar kita ikut berputar bersama bumi, pagi-siang malam, belajar, berproses melewati waktu. Sadarkah hidup kita sendiri ikut berotasi? Melihat seseorang - membicarakannya, sadarkah bahwa orang lain mungkin saja akan membicarakan kita, seperti apa yang kita lakukan.
Saya tersadara ketika begitu membenci seseorang atau mencintai seseorang, perasaan tersebut ikut berotasi. Hilang dan kembali, kemudian bertambah dan berkurang. Mungkin ada sesuatu yang terlewatkan, tanpa sadar saya lupa, bahwa perasaan saya ikut berotasi. Begitu pun dengan kelakuan saya. Mungkin hari ini saya baik, tapi rotasi membuat saya lupa bahwa sejatinya saya baik.
Tersadar oleh sesuatu, bahwa semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Perasaan ataupun pikiran. Mungkin seharusnya ketika perasaan berotasi, saya harusnya diam, menarik napas panjang, berhenti berpikir, memejamkan mata kemudian melupakan. Mungkin seharusnya begitu, karena saya lupa ketika perasaan berotasi ke arah lain, saya akan menyesali apa yang saya lakukan sebelumnya.
Karena hidup yang singkat akan terus berotasi. Mari menjernihkan kepala.
Selasa, 31 Desember 2013
Catatan kecil
Sedang mengingat kembali resolusi tahun 2013. Apa ya?
Get new job, yang sudah gw lakukan dua kali
hang out with new people juga sudah
yang belum mungkin stay away from trouble, tapi siapa yang bisa jauh-jauh dari masalah
hampir gak ada.
2013 buat gw adalah tahun refleksi diri, tahun lost and found.
kehilangan dan mendapatkan yang belum tau sih ini yang lebih baik atau gimana, tapi apapun yang gw dapet di 2013 adalah hal-hal berharga, pekerjaan baru, posisi baru, hobi baru, calon suami baru (amin), dan banyak hal baru.
2013 turn 24...mulai merasa klo gw itu tua, well it is.
2013 punya pacar kee 13 di tanggal 13
2013
gw belajar untuk ikhlas, menerima apa adanya, bersyukur, mencitai pekerjaan dan orang-orang yang berada di sekitar gw. Belajar mencintai, menghadapi ketakutan gw terhadap komitmen.
menjadi pribadi yang lebih baik.
Thank 2013...menuju 2013...
semoga lancar dan resolusi bukan hanya menjadi wacana semata
Minggu, 04 Agustus 2013
Merasa Tua
Blank...
mau nulis apa gw jadi blank, mungkin terlalu banyak pikiran, atau terlalu malas mikir. Baru aja baca blog diyah tentang obrolan gw sama dia tentang gw merasa tua, yes, i feel old. DAMN!
Tua bukan karena usia, gw merasa tua karena gw mulai terlalu banyak mikir, iya terlalu banyak mikir bukan kebanyakan pikiran.
I'm 24, bergaul dengan orang-orang yang umurnya 10 tahun, 20 tahun bahkan lebih dari gw. Obrolannya pun mulai random, tentang keluarga, anak, pekerjaan, project-project atau apapun lah yang gw dan temen sebaya gw (belum) ngalamin atau membayangkan saja sulit. Zaman kuliah dulu, obrolan yang selalu gw dan teman-teman gw obrolin adalah cita-cita, pengen jadi apa klo lulus nanti, mimpi-mimpi (masa muda), pengen cepet nikah sama pacar gw (saat itu), atau rencana-rencana masa depan. Tapi sekarang obrolan gw dan teman-teman (tidak sebaya gw), rasanya lebih daily, yeah GET REAL!
Gw merasa tua ketika gajian dan mulai mikir gw mau ngasih berapa ke adek gw, ngirim berapa ke nyokap gw, dan mengerem tangan untuk (tidak) menggesekkan kartu debit gw ke mesin EDC.
Gw merasa tua ketika nyokap gw tanya "Kamu sekarang sama siapa?" which is gw jawab "Sama Nugi" dan nyokap gw malah ngakak. Ditengah ketidak percayaan nyokap gw bahwa gw jalan sama sahabat gw (lagi). Yang sebenernya gw tau, nyokap gw mulai ngeri ngeliat gw menikmati kesendirian, but who's not?
Gw merasa tua ketika ponakan gw ulang tahun yang ke-17, dan ngajakin gw nonton Despicable Me, and i enjoy it.
Gak apa lah merasa tua, yang kemudian gw artikan sebagai MATURE. Terlalu banyak mikir, gw artikan sebagai mulai bertanggung jawab terhadap hidup gw. Mungkin 24 tahun hidup baru benar-benar dimulai.
Let's see. :)
Nah menemukan ini, coba ada gak yang sesuai sama lo
Sabtu, 08 Juni 2013
one fine saturday
Its a good today, after two days bed rest. open my balcony door, staring at the pouring rain, while listening to good music, and accompany by great books. i can say its typical of perfect saturday, me in a very good mood made me have a deep thought. suddenly i just want to write down what i feel. its my blog so its free, right. i wonder i made much changed in my life, learn to be someone better, someone wiser and a grown up girl. learn to let go, let to not messing around with someone's life. while typing, and look at the rain, its a moment i feel grateful. feeling so much gratitude. some how this it what they said: life's good.
happy weekend,
s
happy weekend,
s
Senin, 03 Juni 2013
Setelah 15 Tahun : A review
Film Title : Setelah 15 Tahun
Director : Tino Saroengallo
21 Mei 1998 merupakan torehan sejarah yang tidak akan terlupakan oleh seluruh bangsa Indonesia, sebuah momen kemenangan rakyat yang diwakili oleh gerakan mahasiswa, gerakan anak bangsa.
Buat gue 21 Mei 1998 adalah hari yang mengerikan bagi anak berusia 9 tahun, melalui berita di TV, rasanya merasakan teror yang cukup mengerikan, walaupun tidak tinggal di ibu kota atau di kota-kota lain yang juga menjadi pusat pergerakan. Tapi melihat sebuah gerakan massa dan juga kekerasan dari sebuah kotak hitam bernama televisi juga jadi memori yang melekat di ingatan gw.
Hari ini, setelah 15 Tahun, gw dibawa kembali membaca sejarah, melalui sebuah karya dokumenter yang sangat berani dan gambalng. Seolah memori itu dibangkitkan lagi dari ingatan bangsa Indonesia, ingatan anak bangsa, karena kita kita bangsa yang pelupa.
Film dengan durasi sekitar satu jam ini dibuka dengan seorang wanita, salah satu anak bangsa yang menjadi korban kekerasan di trisakti 15 tahun yang lalu, saat ini dia telah menjadi seorang pengacara, berjuang untuk bangsa dengan caranya.
Film ini bertutur secara jujur, dari para anak bangsa yang menjadi aktivis, berbagi cerita tentang sebuah gerakan yang kemudian menjadi torehan sejarah yang tidak akan terlupakan : Reformasi. Di tandai dengan lengsernya Soeharto sebagai presiden Indonesia setelah 32 tahun menjabat, menjadi simbol kemenangan rakyat. Jadi apakah gerakan reformasi berhasil? Apakah setelah 15 tahun cita-cita para anak bangsa yang bersatu dan beberapa menjadi korban berhasil?
jawabannya Belum...secara runtut film ini bertutur melalui para aktivis yang saat ini telah berjuang dengan cara masing-masing. Para subjek yang sengaja tidak diberi nama, dengan statement yang sangat berani dan jujur. Mungkin, jika film ini ada 15 tahun yang lalu, sudah pasti semua orang yang terlibat akan menghilang tiba-tiba.
Setelah 15 tahun, menjadi pengingat untuk kita bahwa masih ada dosa-dosa para penguasa yang (seharusnya) tidak kita lupakan. Bahwa perjuangan mereka belum selesai, kita seharusnya tetap meneruskan perjuangan mereka dengan terus mengingat sejarah.
Bahwa kita bangsa yang PELUPA.
dengan mudah kita mengelu-elukan para penjahat di masa lalu dengan mendukung mereka sebagai calon presiden
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
sampai saat ini para keluarga korban belum mendapat kejelasan hukum
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
orde baru tidak lah hancur,hanya terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
perjuangan mencapai demokrasi bukan hanya sampai di tragedi 21 Mei 1998
Setelah 15 Tahun, menjadi sebuah catatan sejarah dan pengingat bagi kita.
jangan terus menjadi bangsa yang pelupa.
selamat mengingat kembali anak bangsa.
Director : Tino Saroengallo
21 Mei 1998 merupakan torehan sejarah yang tidak akan terlupakan oleh seluruh bangsa Indonesia, sebuah momen kemenangan rakyat yang diwakili oleh gerakan mahasiswa, gerakan anak bangsa.
Buat gue 21 Mei 1998 adalah hari yang mengerikan bagi anak berusia 9 tahun, melalui berita di TV, rasanya merasakan teror yang cukup mengerikan, walaupun tidak tinggal di ibu kota atau di kota-kota lain yang juga menjadi pusat pergerakan. Tapi melihat sebuah gerakan massa dan juga kekerasan dari sebuah kotak hitam bernama televisi juga jadi memori yang melekat di ingatan gw.
Hari ini, setelah 15 Tahun, gw dibawa kembali membaca sejarah, melalui sebuah karya dokumenter yang sangat berani dan gambalng. Seolah memori itu dibangkitkan lagi dari ingatan bangsa Indonesia, ingatan anak bangsa, karena kita kita bangsa yang pelupa.
Film dengan durasi sekitar satu jam ini dibuka dengan seorang wanita, salah satu anak bangsa yang menjadi korban kekerasan di trisakti 15 tahun yang lalu, saat ini dia telah menjadi seorang pengacara, berjuang untuk bangsa dengan caranya.
Film ini bertutur secara jujur, dari para anak bangsa yang menjadi aktivis, berbagi cerita tentang sebuah gerakan yang kemudian menjadi torehan sejarah yang tidak akan terlupakan : Reformasi. Di tandai dengan lengsernya Soeharto sebagai presiden Indonesia setelah 32 tahun menjabat, menjadi simbol kemenangan rakyat. Jadi apakah gerakan reformasi berhasil? Apakah setelah 15 tahun cita-cita para anak bangsa yang bersatu dan beberapa menjadi korban berhasil?
jawabannya Belum...secara runtut film ini bertutur melalui para aktivis yang saat ini telah berjuang dengan cara masing-masing. Para subjek yang sengaja tidak diberi nama, dengan statement yang sangat berani dan jujur. Mungkin, jika film ini ada 15 tahun yang lalu, sudah pasti semua orang yang terlibat akan menghilang tiba-tiba.
Setelah 15 tahun, menjadi pengingat untuk kita bahwa masih ada dosa-dosa para penguasa yang (seharusnya) tidak kita lupakan. Bahwa perjuangan mereka belum selesai, kita seharusnya tetap meneruskan perjuangan mereka dengan terus mengingat sejarah.
Bahwa kita bangsa yang PELUPA.
dengan mudah kita mengelu-elukan para penjahat di masa lalu dengan mendukung mereka sebagai calon presiden
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
sampai saat ini para keluarga korban belum mendapat kejelasan hukum
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
orde baru tidak lah hancur,hanya terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil
Bahwa kita bangsa yang PELUPA
perjuangan mencapai demokrasi bukan hanya sampai di tragedi 21 Mei 1998
Setelah 15 Tahun, menjadi sebuah catatan sejarah dan pengingat bagi kita.
jangan terus menjadi bangsa yang pelupa.
selamat mengingat kembali anak bangsa.
Minggu, 19 Mei 2013
#selfnote
Just Watched Great Gatsby, A Good Story Actually. I Love The Dress, But There'S A Line That I remember 'You Cant back To The Past' It Rings True. Why? Because You Live Forward, As optimists As possible You Are, You couldn't living in your past . I tried and failed. Someone forward its a way better to enjoy life.
Cheers,
Ntasnta
Cheers,
Ntasnta
Minggu, 31 Maret 2013
Fin: I'm Sorry
Fin...Tamat...
Bosen banget ya kali temen-temen gw diceritain soal gw putus. Tapi sekarang, for sure, its for good. Entahlah terakhir berantem dan hampir putus sebulanan lalu, seperti biasa gw didiemin tanpa kata2 apapun. Kita kembali berbaikan, with one condition...gak ada lagi kayak begini. And here we go again. Gw juga gak luput koq intropeksi diri gw sendiri, sebelum gw akhirnya mengambil keputusan ini. Iya, gw sibuk punya lebih sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan proper, iya gw jenuh dengan pola komunikasi kami yang jatuhnya jadi kayak formalitas, because we're committed so we have to say hai everyday, iya gw lelah ketika gw terus bercerita dan dia hanya mendengarkan tanpa komentar, iya gw merasa klo obrolan kami udah gak ada isinya, dan iya gw ngerasain itu semua tapi gak langsung ngomong. For one reason, gw takut, takut reaksinya gak sesuai dengan apa yang gw harapkan, dan dia akan menghilang lagi. But you know i tried to fix it, i tried to talk to you, but you ran as always.
Menyadari bahwa sebagian adalah salah gw juga, i tried to give you time, and space to think alone. I tried to call you back, but you didnt answer. Mungkin gw terlalu cepat mengambil kesimpulan, atau mungkin gw udah terlalu sering ada di posisi ini. but i said to you once, if you did this again i'll leave you. You agreed, dont you. So, i thought this is the time, to prove that i mean it every single words i said to you.
Ada sedikit harapan di sudut hati gw paling dalam, that you still need more time. But you just jerkin around. I have my worst day, i lost one of my family you didnt even say you're sorry for my lost, what kind of man are you? are you even a human?
Gw rasa semarah apapun, manusia itu punya empati, and for God shake gw itu yang katanya kamu sayang, so this time the logic win. I leave you for good, for our shake.
One of my friend said : ' Gw pengen liat kalian bareng, pengen belain dia di depan lo'
Yes, i did too...i tried to fight myself, to let him stay longer, but my head win this time.
After all, He's my best friend, i tried to take him as he is, love him the way he is, but its not working anymore.
What i do today, is me being his good friend, taught him to be a man.
Kita sama-sama tau kalo hubungan ini gak akan kemana-mana, kamu akan selalu begitu dan gw juga akan selalu begitu. Like i said, when we broke up this time i'll delet you from all my contact, literally from my life. Call me childish, but its easier for me. Let we take our own path. Let's write our own story separately. One thing for sure, there's no one else. Gak pernah ada orang lain dalam 2 tahun 7 bulan kita bareng. Its just us messing around. Sorry if its not a proper goodbye, maybe one day we'll meet, and laugh to what happened today. Suatu saat kamu akan nemuin orang yang lebih pas. Good luck with what you're doing, just make it happen this time, i always believe that you can.
Live your life, and i'll live mine. Cause we better off seperated.
Jakarta, March 31 2013
Loves
S
Bosen banget ya kali temen-temen gw diceritain soal gw putus. Tapi sekarang, for sure, its for good. Entahlah terakhir berantem dan hampir putus sebulanan lalu, seperti biasa gw didiemin tanpa kata2 apapun. Kita kembali berbaikan, with one condition...gak ada lagi kayak begini. And here we go again. Gw juga gak luput koq intropeksi diri gw sendiri, sebelum gw akhirnya mengambil keputusan ini. Iya, gw sibuk punya lebih sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan proper, iya gw jenuh dengan pola komunikasi kami yang jatuhnya jadi kayak formalitas, because we're committed so we have to say hai everyday, iya gw lelah ketika gw terus bercerita dan dia hanya mendengarkan tanpa komentar, iya gw merasa klo obrolan kami udah gak ada isinya, dan iya gw ngerasain itu semua tapi gak langsung ngomong. For one reason, gw takut, takut reaksinya gak sesuai dengan apa yang gw harapkan, dan dia akan menghilang lagi. But you know i tried to fix it, i tried to talk to you, but you ran as always.
Menyadari bahwa sebagian adalah salah gw juga, i tried to give you time, and space to think alone. I tried to call you back, but you didnt answer. Mungkin gw terlalu cepat mengambil kesimpulan, atau mungkin gw udah terlalu sering ada di posisi ini. but i said to you once, if you did this again i'll leave you. You agreed, dont you. So, i thought this is the time, to prove that i mean it every single words i said to you.
Ada sedikit harapan di sudut hati gw paling dalam, that you still need more time. But you just jerkin around. I have my worst day, i lost one of my family you didnt even say you're sorry for my lost, what kind of man are you? are you even a human?
Gw rasa semarah apapun, manusia itu punya empati, and for God shake gw itu yang katanya kamu sayang, so this time the logic win. I leave you for good, for our shake.
One of my friend said : ' Gw pengen liat kalian bareng, pengen belain dia di depan lo'
Yes, i did too...i tried to fight myself, to let him stay longer, but my head win this time.
After all, He's my best friend, i tried to take him as he is, love him the way he is, but its not working anymore.
What i do today, is me being his good friend, taught him to be a man.
Kita sama-sama tau kalo hubungan ini gak akan kemana-mana, kamu akan selalu begitu dan gw juga akan selalu begitu. Like i said, when we broke up this time i'll delet you from all my contact, literally from my life. Call me childish, but its easier for me. Let we take our own path. Let's write our own story separately. One thing for sure, there's no one else. Gak pernah ada orang lain dalam 2 tahun 7 bulan kita bareng. Its just us messing around. Sorry if its not a proper goodbye, maybe one day we'll meet, and laugh to what happened today. Suatu saat kamu akan nemuin orang yang lebih pas. Good luck with what you're doing, just make it happen this time, i always believe that you can.
Live your life, and i'll live mine. Cause we better off seperated.
Jakarta, March 31 2013
Loves
S
Rabu, 27 Maret 2013
#selfnote
Belakangan ini sering pulang paling akhir di kantor, selain sesiangan riweh meeting yang bikin kerjaan terbengkalai, entah kenapa gw suka menyibukkan diri di malam hari jadi pulang gw langsung tidur. Dan mungkin ini bagian dari berlari, lari dari masalah yang harusnya udah gak ganggu gw lagi, yaelah umur 23 tahun masih ngeribetin soal pacaran, jadi banyak kerjaan dan traveling belakangan ini buat gw adalah bless in disguise 'cih' but whatever i enjoy it anyway. So just come to me trouble, im ready
Selasa, 26 Februari 2013
Another Chapter Of Life
2007
Life passed by, sejak pertama jadi mahasiswa baru yang nyasar di kota orang, yang bikin kehebohan dengan celana kuning saat ospek, dan dengan mudahnya di suruh mesen nasi rawon pake kata "segawon." Menikmati kehidupan kampus dengan motto hidup 'Kuliah tidak boleh mengalahkan UKM.'
2012
Setelah berbulan-bulan perjuangan, bermalam-malam tanpa mata terpejam, akhirnya kumpulan tulisan yang entah apa itu dijilid menjadi 250 lembar halaman, dan akhirnya berkebaya dan bertoga tanpa pasangan (eh). Diterima kerja di sebuah stasiun TV swasta bergengsi, memulai dari bawah, belajar...membuat kesalahan...tetap belajar.
2013
Its almost a year. 1 Maret, tepat satu tahun perayaan selesainya perjalanan panjang sebagai mahasiswa urakan, dengan nilai yang lumayan memuaskan, setidaknya masih masuk kategori batas minimal penerimaan karyawan baru. 5 Maret tepat setahun menapaki sebagai pekerja TV. Banyak kejadian yang terjadi, banyak merubah gw, entahlah menjandi orang yang berbeda, mungkin dalam artian yang baik. Momen-momen yang mungkin tidak terulang lagi. Gw belajar bagaimana bekerja dari bawah, bagaimana bekerja tanpa lelah, kemudian belajar bekerja santai, tanpa deadline di tempat impian sejak kuliah. Sekarang menuju babak hidup baru, sebagai pekerja dokumenter dengan tanggung jawab yang besar, dan visi misi semi idealis, mungkin bukan obsesi tapi bagian dari jalan mewujudkan mimpi. Suatu hari nanti. Di meja kerja, di sebuah kantor agency iklan prestisius di jakarta, di dua hari terakhir gw. Bismillah...untuk babak baru, untuk cerita baru yang lebih seru, yang seharusnya bikin gw lebih baik. Bismillah...untuk keputusan yang gak bakal gw sesali. Bismillah untuk amanat yang dikasih ke gw. So, lets move to the next chapter.
Life passed by, sejak pertama jadi mahasiswa baru yang nyasar di kota orang, yang bikin kehebohan dengan celana kuning saat ospek, dan dengan mudahnya di suruh mesen nasi rawon pake kata "segawon." Menikmati kehidupan kampus dengan motto hidup 'Kuliah tidak boleh mengalahkan UKM.'
2012
Setelah berbulan-bulan perjuangan, bermalam-malam tanpa mata terpejam, akhirnya kumpulan tulisan yang entah apa itu dijilid menjadi 250 lembar halaman, dan akhirnya berkebaya dan bertoga tanpa pasangan (eh). Diterima kerja di sebuah stasiun TV swasta bergengsi, memulai dari bawah, belajar...membuat kesalahan...tetap belajar.
2013
Its almost a year. 1 Maret, tepat satu tahun perayaan selesainya perjalanan panjang sebagai mahasiswa urakan, dengan nilai yang lumayan memuaskan, setidaknya masih masuk kategori batas minimal penerimaan karyawan baru. 5 Maret tepat setahun menapaki sebagai pekerja TV. Banyak kejadian yang terjadi, banyak merubah gw, entahlah menjandi orang yang berbeda, mungkin dalam artian yang baik. Momen-momen yang mungkin tidak terulang lagi. Gw belajar bagaimana bekerja dari bawah, bagaimana bekerja tanpa lelah, kemudian belajar bekerja santai, tanpa deadline di tempat impian sejak kuliah. Sekarang menuju babak hidup baru, sebagai pekerja dokumenter dengan tanggung jawab yang besar, dan visi misi semi idealis, mungkin bukan obsesi tapi bagian dari jalan mewujudkan mimpi. Suatu hari nanti. Di meja kerja, di sebuah kantor agency iklan prestisius di jakarta, di dua hari terakhir gw. Bismillah...untuk babak baru, untuk cerita baru yang lebih seru, yang seharusnya bikin gw lebih baik. Bismillah...untuk keputusan yang gak bakal gw sesali. Bismillah untuk amanat yang dikasih ke gw. So, lets move to the next chapter.
Minggu, 24 Februari 2013
Selasa, 22 Januari 2013
A Glass of Beer and an Untold Story
Say Cheers!!!
Let's say cheers!!!!
Cheers for new beginning....ahahahay...
bukan..bukan..bukannya gw mau ngajakin ngebir, i stopped drink beer since well, last year.
Ini bukan tentang beer sih, tapi cerita..cerita seru di kala nge beer atau menemani nge beer.
Entah kenapa meurut pengamatan gue, orang-orang di jakarta selalu dalam keadaan tegang dan tertekan (kebanyakan sih, mungkin gak semua). Seorang teman gw bilang, "Jakarta itu bergerak cepat, waktu gw duduk diam rasanya semua orang bergerak seirama." Ketika itu khayalan gw sih agak melayang ke New York atau Tokyo kayak yang di film-film they move in a same rhyme. Yah mungkin disini gak serapi itu but yes, people moving so fast (termasuk gw juga mungkin, tegang dan tertekan).
Sering kali gw menemani teman, atau client ngebir, yah bahasa pergaulannya hang out. People turn relax while drinking beer, dan ketika itu banyak cerita yang mengalir begitu saja. i swear drnk beer cant make you drank, its only make you more relax.
Dan mulailah gw menjadi pendengar....
"Gw dulu pernah dipenjara....."
"Aku dulu pacaran sama dia 8 tahun, dan dia selingkuh..."
"Gw pengen punya cewek yang sayang sama adik dan nyokap gw, karena gw gak bisa nunjukin perasaan kayak gitu..."
"hidup gw drama bgt ya, gw harus bayar cewek buat muasin gw" (emaap yang ini, but its true)
"Gak peduli aku bikin apa, targetku bulan ini harus nerima 40 juta.."
"Yang penting gw mikirin anak gw, istri gw udah bisa mikirin dirinya sendiri."
"Emang lo yakin gak bakal nikah sama gw?"
"Hidup Jomblo"
"Aku pengen investasi, terus nerusin sekolah, klo kerja nanti dulu deh."
Karokean sampe nangis...
Banyak cerita, potongan hidup yang tidak mudah untuk kita bagi dengan orang lain. Beberapa orang punya cara berbeda untuk berbagi cerita, jujur mengenai dirinya, bahkan merasa relax.Bagian ini mungkin tidak terjadi pada setiap orang, tapi sebagai pengamat dan pendengar, i appreciate it. Mari angkat skali lagi gelas mu kawan!!!!
Cheers,
ntasnta
1. http://llpayroll.com/wp-content/uploads/2012/11/beer-glass.jpg
Kamis, 22 November 2012
#selfnote
Passion is not what you're really good at, but what you enjoy the most- your job is not your career
Senin, 19 November 2012
Jadi Jagoan Ala Ahok : A Review
Walaupun ini udah basi dan lewat
udah lama banget, tapi gw ngerasa kalo ini adalah hutang yang harus gw posting
dan selesaikan...udah lama banget ada di draft blog gw...mari dibaca :
Jadi Jagoan Ala Ahok : A review
Siapa Ahok? Siapa sih yang gak
kenal Ahok sekarang atau Basuki Cahya Purnama. Pasangan dari Joko Widodo untuk
Wagub DKI ini tenarnya udah ngalahin selebritis, dari berita sampai
infotaintment nayangin kegiatan, profil, dan sepak terjang kedua pasangan DKI 1
ini. Tapi ini sekarang, dulu...siapa sih Ahok?
Buat sebagian kita nama Ahok
mungkin tidak familiar. Kemunculannya di kanca PilGub DKI merupakan pertama kali
kita mengenal sosoknya. Tentu saja kehadirannya membawa angin segar, selain isu
SARA yang muncul dibelakangnya, cara Ahok berkampanye dan memperkenalkan diri
ke masyarakat menarik perhatian banyak mata. Namun, sepasang mata telah
menemukan kehebatan Ahok bertahun-tahun lalu, saat menjadi bupati Bangka Belitung,
keberhasilan Ahok menjadi Bupati Bangka Belitung yang notabene 80% penduduknya
pemeluk agama Islam.
Chandra Tanzil, seorang yang
dikenal sebagai pribadi dengan kemauan kuat dan cerdas. Sosok yang dirindukan
bahkan setelah kepergiannya, meninggalkan sebuah catatan sejarah tentang
seorang pemimpin baru DKI. Sejujurnya saya tidak mengenal beliau secara
personal, hanya mendengar cerita dari beberapa orang, membaca profilnya, dan
melihat karyanya. Chandra Tanzil, bersama Amelia Hapsari menyutradarai Jadi
Jagoan Ala Ahok (Fight Like Ahok).
Sehari setelah terpilihnya Jokowi
dan Ahok menjadi pemimpin baru DKI, film dokumenter dengan durasi 39 Menit ini
diputar di Goethe House. Sebuah film
perjalanan seorang pemuda tioghoa yang bertekad untuk memperbaiki keadaan
masyarakat sekitarnya dengan menjadi pemimpin di daerahnya. Ahok adalah orang
Tionghoa pertama yang menduduki kursi parlemen di Bangka Belitung. Cara Ahok
berkampanye yang berbeda dengan wakil rakyat lainnya menarik bagi Chandra
Tanzil dan Amelia Hapsari untuk diangkat sebagai sebuah film.
Film ini menceritakan bagaimana
cara Ahok berhasil memenangkan kursi parlemen dengan membaginya dalam 7 jurus
ala Ahok. Tentu saja, film yang
diproduksi tahun 2009 ini, dan baru dapat diselesaikan tahun 2012 ini, menjadi
sebuah catatan sejarah. Dengan packaging dokumenter yang tidak biasa, dengan
menghadirkan grafis ala komik, didukung dengan cara bertutur yang luwes,
menjadikan film ini tidak hanya menginspirasi tapi juga menghibur.
Di saat yang sama hari pemutaran
perdana Jadi Jagoan Ala Ahok juga merupakan peringatan kepergian Almarhum
Chandra Tanzil. Sahabat dan orang terdekat beliau datang, mengapresiasi karya
terakhirnya, memberikan untaian kenangan, dan doa. Jadi jagoan ala Ahok sebuah
sumbangan sejarah bagi film dokumenter tanah air.
Semoga Almarhum mendapat tempat
terbaik di sisiNya.
Kamis, 08 November 2012
Jangan Ge Er
Pernah gak sih kamu ngerasa orang yang paling, apalah paling perduli, paling kece, paling menderita atau paling sengsara. GeEr atau GR (Gede Rasa), klo menurut saya sih sugesti, perasaan aja, tapi belum tentu benar. Buat saya ngerasa GeEr itu memang bagian menjadi manusia, walaupun dalam menurut saya sih GeEr sama congkak bedanya tipis banget. Mungkin untuk sesuatu yang hebat orang GeEr bisa diartikan congkak juga. Contohnya nih di lift suatu mall paling hip di jakarta selatan, " Duh kenapa ya gw ngerasa cuma yang tahu perkembangan mode di ........" entahlah setelah itu saya gak begitu merhatiin lagi. Tapi dengan nada mengeluh dia ngerasa bahwa cuma dia aja yang ngerasa kece. Hahaha...saya juga ngerasa koq saya suudzon banget sama si mbaknya, berarti selain dia GeEr kalo dia paling kece, saya secara tidak langsung ikut2an GeEr (mungkin gak tau juga yang dimaksud mbaknya), klo saya termasuk yang diomongin sama mbaknya.
Sebenernya ini lesson learn 2 bulan belakangan ini. Saya banyak bertemu orang baru, mengikuti kisah sedih mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, yang entahlah menghilangkan rasa GeEr saya. Dua bulan lalu ketika saya divonis punya tumor di payudara kanan saya, rasanya GeEr aja. Duh koq saya naas banget ya, punya penyakit beginian. Masih GeEr ngerasa paling sengsara, sebulan kemudian ketika divonis kanker payudara, saya mulai lebih ngerasa GeEr. Kenapa harus saya yang kena? Bukannya awam soal breast cancer, saya paham sangat paham, beberapa orang sodara saya juga pernah dan sedang mengalami kanker payudara.
Saya banyak merenung, menangis dan menyesal. Suatu hari saya ikut sebuah talkshow breast cancer awareness. Saya bertemu banyak cancer survivor, mereka bertahan dan berdamai dengan penyakit mereka. Mbak-mbak cantik, flawless, gak keliatan klo mereka sedang menderita. Ketika saya ke seorang dokter bertemu beberapa pasien yang bercerita tentang perjuangan mereka berobat, melawan kanker payudara. Berpindah lagi ketika saya berobat di Bali, bertemu dengan seorang Mbak dari Jakarta yang sudah diangkat kedua payudaranya, mengalami 35 kali kemo terapi, 25 kali radiasi. Tetap cantik, tetap semangat hidup. survive.
Kejadian-kejadian itu jadi self note buat saya sendiri, sesulit apapun, sesakit apapun, saya tidak pernah sendirian. Gak perlu GeEr merasa paling menderita, paling sakit. Setiap hal selalu ada hal baik, walaupun disampaikan dengan cara yang menyakitkan. Saya tidak pernah sendirian, ada keluarga, pasangan, teman2 dan para cancer survivor lainnya yang mendukung saya, menemani saya untuk gak ngerasa GeEr. Yang pasti selalu ada jalan keluar, selalu ada cara sembuh. Jangan GeEr, masih banyak orang di luar sana yang lebih, dalam konotasi apapun.
Buat saya, saat ini benar2 untuk memperbaiki diri. Menjadi pribadi baru, yang gak usah GeEr. Klo kata Bos saya sih "Biasa Aja Kali" karena kita paling susah merasa biasa aja. So mari berusaha untuk biasa saja dalam bersikap, tentu saja untuk hasil yang gak biasa donk.
Cheers,
Shinta
Sebenernya ini lesson learn 2 bulan belakangan ini. Saya banyak bertemu orang baru, mengikuti kisah sedih mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, yang entahlah menghilangkan rasa GeEr saya. Dua bulan lalu ketika saya divonis punya tumor di payudara kanan saya, rasanya GeEr aja. Duh koq saya naas banget ya, punya penyakit beginian. Masih GeEr ngerasa paling sengsara, sebulan kemudian ketika divonis kanker payudara, saya mulai lebih ngerasa GeEr. Kenapa harus saya yang kena? Bukannya awam soal breast cancer, saya paham sangat paham, beberapa orang sodara saya juga pernah dan sedang mengalami kanker payudara.
Saya banyak merenung, menangis dan menyesal. Suatu hari saya ikut sebuah talkshow breast cancer awareness. Saya bertemu banyak cancer survivor, mereka bertahan dan berdamai dengan penyakit mereka. Mbak-mbak cantik, flawless, gak keliatan klo mereka sedang menderita. Ketika saya ke seorang dokter bertemu beberapa pasien yang bercerita tentang perjuangan mereka berobat, melawan kanker payudara. Berpindah lagi ketika saya berobat di Bali, bertemu dengan seorang Mbak dari Jakarta yang sudah diangkat kedua payudaranya, mengalami 35 kali kemo terapi, 25 kali radiasi. Tetap cantik, tetap semangat hidup. survive.
Kejadian-kejadian itu jadi self note buat saya sendiri, sesulit apapun, sesakit apapun, saya tidak pernah sendirian. Gak perlu GeEr merasa paling menderita, paling sakit. Setiap hal selalu ada hal baik, walaupun disampaikan dengan cara yang menyakitkan. Saya tidak pernah sendirian, ada keluarga, pasangan, teman2 dan para cancer survivor lainnya yang mendukung saya, menemani saya untuk gak ngerasa GeEr. Yang pasti selalu ada jalan keluar, selalu ada cara sembuh. Jangan GeEr, masih banyak orang di luar sana yang lebih, dalam konotasi apapun.
Buat saya, saat ini benar2 untuk memperbaiki diri. Menjadi pribadi baru, yang gak usah GeEr. Klo kata Bos saya sih "Biasa Aja Kali" karena kita paling susah merasa biasa aja. So mari berusaha untuk biasa saja dalam bersikap, tentu saja untuk hasil yang gak biasa donk.
Cheers,
Shinta
Selasa, 21 Agustus 2012
Rabu, 08 Agustus 2012
Hello C!
COMPLICATED...COMMITMENT....CHEAT...CINTA
Seberapa sering kita salah menafsirkan sesuatu atau tidak membaca apa yang tersirat. Kita hanya manusia, dan salah itu manusiawi. Mereka bilang cinta, aku menyebutnya rasa, kita hanya berbeda cara, aku dengan caraku dan kamu dengan caramu. Pada akhirnya kita tidak bertemu. Rasa..merasakan..perasaan...rumit, complicated. Jujur itu sakit, tapi tau bahwa untuk jujur kamu harus sakit, untuk commitment kamu harus jujur. Well, mari bertemu di waktu lain, saat C yang lain tidak terlibat, saat kita menafsirkan C yang sama. melewati complicated, suatu waktu nanti.
Seberapa sering kita salah menafsirkan sesuatu atau tidak membaca apa yang tersirat. Kita hanya manusia, dan salah itu manusiawi. Mereka bilang cinta, aku menyebutnya rasa, kita hanya berbeda cara, aku dengan caraku dan kamu dengan caramu. Pada akhirnya kita tidak bertemu. Rasa..merasakan..perasaan...rumit, complicated. Jujur itu sakit, tapi tau bahwa untuk jujur kamu harus sakit, untuk commitment kamu harus jujur. Well, mari bertemu di waktu lain, saat C yang lain tidak terlibat, saat kita menafsirkan C yang sama. melewati complicated, suatu waktu nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)
