Selasa, 27 Mei 2014

Addicted To Work

Do you love what you do? or you do what you love?

Actually, i enjoyed most of my time in front of the computer, i always find it's fascinated. Discover something, read something new, create an idea, for me is like making my dream come true.

But lately i realized, yes i do love my job, i forget to enjoy life, what happened out there, away from my computer. i used to work late everyday, feels like doing a great thing after a long day. i wondering lately, do i really enjoy that? or i try to run from something that i cant face?  

Kamis, 15 Mei 2014

Rotasi

Ingat dulu ketika SD kita familiar dengan kata roytasi? bumi berotasi pada porosnya 1 x 24 jam. Jadi rotasi membutuhkan poros. Poros yang menjadi pusat tumpuan berputar, tumpuan untuk bergerak. Begitu pula rumah yang sejatinya merupaka tempat 'pulang' tempang kembali.

Mengapa kita sebergantung itu dengan sebuah poros, apakah kita tidak bisa berputar bebas seperti gangsing? ah gangsing pun memiliki titik tumpu, jadi seperti apa hidup yang tanpa poros, hidup yang tidak memiliki titik tumpu?

Tanpa sadar kita ikut berputar bersama bumi, pagi-siang malam, belajar, berproses melewati waktu. Sadarkah hidup kita sendiri ikut berotasi? Melihat seseorang - membicarakannya, sadarkah bahwa orang lain mungkin saja akan membicarakan kita, seperti apa yang kita lakukan.

Saya tersadara ketika begitu membenci seseorang atau mencintai seseorang, perasaan tersebut ikut berotasi. Hilang dan kembali, kemudian bertambah dan berkurang. Mungkin ada sesuatu yang terlewatkan, tanpa sadar saya lupa, bahwa perasaan saya ikut berotasi. Begitu pun dengan kelakuan saya. Mungkin hari ini saya baik, tapi rotasi membuat saya lupa bahwa sejatinya saya baik.

Tersadar oleh sesuatu, bahwa semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Perasaan ataupun pikiran. Mungkin seharusnya ketika perasaan berotasi, saya harusnya diam, menarik napas panjang, berhenti berpikir, memejamkan mata kemudian melupakan. Mungkin seharusnya begitu, karena saya lupa ketika perasaan berotasi ke arah lain, saya akan menyesali apa yang saya lakukan sebelumnya.

Karena hidup yang singkat akan terus berotasi. Mari menjernihkan kepala.

Selasa, 31 Desember 2013

Catatan kecil



Wake up....its already the last day of the year...

Sedang mengingat kembali resolusi tahun 2013. Apa ya?
Get new job, yang sudah gw lakukan dua kali
hang out with new people juga sudah
yang belum mungkin stay away from trouble, tapi siapa yang bisa jauh-jauh dari masalah
hampir gak ada.

2013 buat gw adalah tahun refleksi diri, tahun lost and found.
kehilangan dan mendapatkan yang belum tau sih ini yang lebih baik atau gimana, tapi apapun yang gw dapet di 2013 adalah hal-hal berharga, pekerjaan baru, posisi baru, hobi baru, calon suami baru (amin), dan banyak hal baru.

2013 turn 24...mulai merasa klo gw itu tua, well it is.

2013 punya pacar kee 13 di tanggal 13

2013
gw belajar untuk ikhlas, menerima apa adanya, bersyukur, mencitai pekerjaan dan orang-orang yang berada di sekitar gw. Belajar mencintai, menghadapi ketakutan gw terhadap komitmen.

menjadi pribadi yang lebih baik.

Thank 2013...menuju 2013...
semoga lancar dan resolusi bukan hanya menjadi wacana semata 

Minggu, 04 Agustus 2013

Merasa Tua

Blank...
mau nulis apa gw jadi blank, mungkin terlalu banyak pikiran, atau terlalu malas mikir. Baru aja baca blog diyah tentang obrolan gw sama dia tentang gw merasa tua, yes, i feel old. DAMN!

Tua bukan karena usia, gw merasa tua karena gw mulai terlalu banyak mikir, iya terlalu banyak mikir bukan kebanyakan pikiran.

I'm 24, bergaul dengan orang-orang yang umurnya 10 tahun, 20 tahun bahkan lebih dari gw. Obrolannya pun mulai random, tentang keluarga, anak, pekerjaan, project-project atau apapun lah yang gw dan temen sebaya gw (belum) ngalamin atau membayangkan saja sulit. Zaman kuliah dulu, obrolan yang selalu gw dan teman-teman gw obrolin adalah cita-cita, pengen jadi apa klo lulus nanti, mimpi-mimpi (masa muda), pengen cepet nikah sama pacar gw (saat itu), atau rencana-rencana masa depan. Tapi sekarang obrolan gw dan teman-teman (tidak sebaya gw), rasanya lebih daily, yeah GET REAL! 

Gw merasa tua ketika gajian dan mulai mikir gw mau ngasih berapa ke adek gw, ngirim berapa ke nyokap gw, dan mengerem tangan untuk (tidak) menggesekkan kartu debit gw ke mesin EDC.

Gw merasa tua ketika nyokap gw tanya "Kamu sekarang sama siapa?" which is gw jawab "Sama Nugi" dan nyokap gw malah ngakak. Ditengah ketidak percayaan nyokap gw bahwa gw jalan sama sahabat gw (lagi). Yang sebenernya gw tau, nyokap gw mulai ngeri ngeliat gw menikmati kesendirian, but who's not? 

Gw merasa tua ketika ponakan gw ulang tahun yang ke-17, dan ngajakin gw nonton Despicable Me, and i enjoy it. 

Gak apa lah merasa tua, yang kemudian gw artikan sebagai MATURE. Terlalu banyak mikir, gw artikan sebagai mulai bertanggung jawab terhadap hidup gw. Mungkin 24 tahun hidup baru benar-benar dimulai. 
Let's see. :)

Nah menemukan ini, coba ada gak yang sesuai sama lo
You KNOW you’re getting old when…

Sabtu, 08 Juni 2013

one fine saturday

Its a good today, after two days bed rest. open my balcony door, staring at the pouring rain, while listening to good music, and accompany by great books. i can say its typical of perfect saturday, me in a very good mood made me have a deep thought.  suddenly i just want to write down what i feel. its my blog so its free, right. i wonder i made much changed in my life, learn to be someone better, someone wiser and a grown up girl. learn to let go, let to not messing around with someone's life. while typing, and look at the rain, its a moment i feel grateful. feeling so much gratitude. some how this it what they said: life's good.

happy weekend,
s



Senin, 03 Juni 2013

Setelah 15 Tahun : A review

Film Title : Setelah 15 Tahun
Director   : Tino Saroengallo

21 Mei 1998 merupakan torehan sejarah yang tidak akan terlupakan oleh seluruh bangsa Indonesia, sebuah momen kemenangan rakyat yang diwakili oleh gerakan mahasiswa, gerakan anak bangsa.

Buat gue 21 Mei 1998 adalah hari yang mengerikan bagi anak berusia 9 tahun, melalui berita di TV, rasanya merasakan teror yang cukup mengerikan, walaupun tidak tinggal di ibu kota atau di kota-kota lain yang juga menjadi pusat pergerakan. Tapi melihat sebuah gerakan massa dan juga kekerasan dari sebuah kotak hitam bernama televisi juga jadi memori yang melekat di ingatan gw.

Hari ini, setelah 15 Tahun, gw dibawa kembali membaca sejarah, melalui sebuah karya dokumenter yang sangat berani dan gambalng. Seolah memori itu dibangkitkan lagi dari ingatan bangsa Indonesia, ingatan anak bangsa, karena kita kita bangsa yang pelupa.

Film dengan durasi sekitar satu jam ini dibuka dengan seorang wanita, salah satu anak bangsa yang menjadi korban kekerasan di trisakti 15 tahun yang lalu, saat ini dia telah menjadi seorang pengacara, berjuang untuk bangsa dengan caranya.

Film ini bertutur secara jujur, dari para anak bangsa yang menjadi aktivis, berbagi cerita tentang sebuah gerakan yang kemudian menjadi torehan sejarah yang tidak akan terlupakan : Reformasi. Di tandai dengan lengsernya Soeharto sebagai presiden Indonesia setelah 32 tahun menjabat, menjadi simbol kemenangan rakyat. Jadi apakah gerakan reformasi berhasil? Apakah setelah 15 tahun cita-cita para anak bangsa yang bersatu dan beberapa menjadi korban berhasil?

jawabannya Belum...secara runtut film ini bertutur melalui para aktivis yang saat ini telah berjuang dengan cara masing-masing. Para subjek yang sengaja tidak diberi nama, dengan statement yang sangat berani dan jujur. Mungkin, jika film ini ada 15 tahun yang lalu, sudah pasti semua orang yang terlibat akan menghilang tiba-tiba.

Setelah 15 tahun, menjadi pengingat untuk kita bahwa masih ada dosa-dosa para penguasa yang (seharusnya) tidak kita lupakan. Bahwa perjuangan mereka belum selesai, kita seharusnya tetap meneruskan perjuangan mereka dengan  terus mengingat sejarah.

Bahwa kita bangsa yang PELUPA.
dengan mudah kita mengelu-elukan para penjahat di masa lalu dengan mendukung mereka sebagai calon presiden

Bahwa kita bangsa yang PELUPA
sampai saat ini para keluarga korban belum mendapat kejelasan hukum

Bahwa kita bangsa yang PELUPA
orde baru tidak lah hancur,hanya terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil

Bahwa kita bangsa yang PELUPA
perjuangan mencapai demokrasi bukan hanya sampai di tragedi 21 Mei 1998

Setelah 15 Tahun, menjadi sebuah catatan sejarah dan pengingat bagi kita.
jangan terus menjadi bangsa yang pelupa.

selamat mengingat kembali anak bangsa.

Minggu, 19 Mei 2013

#selfnote

Just Watched Great Gatsby, A Good Story Actually. I Love The Dress, But There'S A Line That I remember 'You Cant back To The Past' It Rings True. Why? Because You Live Forward, As optimists  As possible  You  Are, You couldn't living in your past . I tried and failed. Someone forward its a way better to enjoy life.

Cheers,
Ntasnta