Jumat, 23 September 2011

My Dream Home

Home seperti yang ada di lagunya Michael Buble, Home yang membuat saya ingin pulang. My Dream Home.

Salah seorang sahabat saya pernah menulis tentang rumah mewah dan rumah sederhana, rumah impian saya adalah rumah dengan bentuk sederhana, yang nyaman untuk ditinggali. Rumah yang dengan sederhana mebuat saya betah. Rumah dengan jendela besar agar cahaya matahari bisa masuk, rumah dengan ventilasi udara yang baik, sehingga saya bisa bernafas dengan leluasa. Rumah yang strategis hingga saya bisa menjangkau orang-orang yang saya sayangi, teman-teman dan sahabat-sahabat saya. Rumah dimana bisa saya jadikan tempat menangis, mengeluh, bercanda, tertawa, bahagia dan berusaha.

Yang penting adalah rumah dengan fondasi yang kuat, rumah yang tahan badai dan gempa. Rumah yang tidak runtuh walaupun hujan badai datang. Rumah yang walaupun terdapat banyak retak, dan catnya mulai kusam bisa saya perbaiki atau cat ulang untuk membuatnya kembali nyaman. 

Tidak masalah rumah itu mewah atau sederhana. Tapi itu rumah saya, rumah yang saya rindukan. Rumah yang melindungi saya dari dunia yang jahat, rumah tempat saya belajar tentang mencintai, dicintai, dan hidup. Rumah yang pintunya selalu terbuka untuk hal baik, dan menyaring hal buruk. Dan yang penting rumah yang bisa saya tinggali selamanya, dan itu rumah yang merasa saya miliki.

***

Scondhand Serenade - Never Too Late


Writing here
Cause there's nothing left here
For me to do
But please know that
I'm trying to make up for my mistakes
And you're moving on
With guilty memories
But I was wrong
To ever test us
This broken road is more than I can take

So this is the way that I'll tell you
That I'll leave you alone if you want me to
But I've had enough of this life alone
I'll give it up this time I know
I don't deserve to tell you that I love you
There's nothing in this world I'd take above you
I'm dead inside
Bring me back to life

I'll leave this note for you to read
So you won't forget that all I need is you
Is you!!
And the world is not so clear anymore
Since the day that you walked right out that door
I knew all I need is you

This is the way that I'll tell you
That I'll leave you alone if you want me to
But I've had enough of this life alone
I'll give it up this time I know
I don't deserve to tell you that I love you
There's nothing in this world I'd take above you
I'm dead inside
Bring me back to life

It's never too late to show you who I am
I know you want to love me
I know you understand that I could be your missing page

Bring me back to life
Bring me back to life
Bring me back to life
Bring me back to life

This is the way that I'll tell you
That I'll leave you alone if you want me to
But I've had enough of this life alone
I'll give it up this time I know
I don't deserve to tell you that I love you
There's nothing in this world I'd take above you
I'm dead inside
Bring me back to life

Kamis, 22 September 2011

Not Responding

Beberapa hari yang lalu waktu gw lagi semangat*ehem* ngedit Bab I gw, sambil online, chatting dan lain-lain, tiba-tiba laptop gw diam. Maksudnya trus dia gak ngapa2in lagi, gw klik sana sini gak bisa,gw coba ketik-ketik juga gak bisa. Dan mampus gw, masalahnya editan gw blum di save. Dan gw pun mulai merenung, ah ya gw coba pencet ctrl+Alt+Del dan muncullah kursor loading, *joget2*. Akhirnya gw diemin, 15 menit kemudian laptop gw masih gitu juga, gw diemin lagi, tetep diem. Tiba-tiba ada notification kalo Task Managernya gak bisa di buka. Rasanya mau pingsan deh, masalahnya itu versi baru Bab I gw dan gak ada masternya. Ya Allah. Akhirnya dengan berat hati gw restart lah laptop gw, jreng,,jreng,,bisa kebuka mode recovery, dan tapi hari ini mau gw edit lagi gak bisa *pingsan*.

Mungkin kurang lebih hidup itu seperti itu ya, saat ada hal yang tidak berjalan maka sebaiknya kita mengambil tindakan yang perlu. Contoh waktu hujan dan tidak membawa payung pilihan saya adalah hujan-hujanan atau menunggu hujan. Mungkin waktu laptop saya hang banyak pilihan yang bisa saya lakukan juga banyak mulai dari sabar nunggu loading dan gak maksa klik sana sini, ditinggal sebentar mungkin dia lagi mikir karena terlalu banyak command yang diterima, pencet ctrl+alt+del (klo bisa) dan mengklik end task, atau klo males melakukan semua itu tinggal restart aja tuh laptop. Hidup kita ini memang terdiri dari sekumpulan pilihan yang kompleks, dimana setiap pilihan kita itu punya konsekuensi yang berbeda. Mungkin kalo saya pilih restart saya kehilangan semua data yang saya ketik barusan, tapi masih dapet recovery version, klo yang lain mungkin hilang begitu saja. 

Manusia itu makhluk yang kompleks, tidak seperti komputer yang punya pilihan yang lebih terbatas dalam menyelesaikan masalah. Saat situasi "Not Responding" sudah ada beberapa pilihan yang jelas tapi hisup itutu lebih terbatas, di suatu kondisi yang sama ada banyak yang bisa saya pilih. Seperti saat orang tua saya mengalami masa "Not Responding " mereka, dimana ibu saya memilih untuk tidak berbicara lagi dengan ayah saya, artinya harus ada pilihan, antara "restart" atau "shut down". 

Bagi saya saat saya menghadapi situasi "not responding" dan saya sudah berusaha untuk me "repair" dan tetap juga tidak ada hasilnya. Maka saya akan memilih untuk "shut down". Karena menurut saya, saat me- "repair" itu sangat sulit. Manusia itu kan diberikan banyak kelebihan, salah satu nya kemampuan untuk berkomunikasi, saat komunikasi sangat dibutuhkan dan terjadi "not responding" itu rasanya semua ilmu komunikasi yang saya punya itu percuma, karena tidak ada feedback, rasanya kayak ngomong sama tembok. Mungkin terlalu banyak noise, tapi buat saya saat ini, mungkin laptop saya agak hang dan lebih baik saya instal ulang saja.

Selasa, 20 September 2011

In Her Shoes



Bukan Karena Judulnya yang pake "her" jadinya tulisan ini tentang cewek, definetely not, ini tentang kutipan-kutipan obrolan saya dengan seorang teman yang menurut saya menarik. 

Manusia itu adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain, klo di kuliah saya ada istilah comunicare ergo sum, saya berkomunikasi maka saya ada. Manusia itu mahluk yang unik, punya jutaan cara untuk berkomunikasi, makanya kita kaya akan bahasa. Well, cukup buat intermezo. 

Terkadang kita selalu memposisikan diri kita dalam sudut pandang diri kita, bahkan terhadap masalah kita dengan orang lain, atau masalah orang lain. Sebagai contoh, klo kita diserempet dijalan otomatis kita bakalan misuh-misuh gaka karuan, bawa-bawa kebun binatang, dan sumpah serapah, karena kita memposisikan diri kita sebagai korban, sebagai orang yang dirugikan. Mind set kita adalah sesuatu yang menimpa kita, terutama yang tidak kita inginkan adalah negatif. Mungkin sekali-kali kita mencoba membayangkan ada di posisi si penyerempet, mungkin dia gak liat ada kita, dia buru-buru karena ada yang sakit, atau apalah kepentingan yang dia punya. Dengan begitu kita setidaknya bisa memahami orang lain dengan lebih baik. 

Ada kalanya manusia itu punya pikiran yang nyeleneh. Dari jutaan manusia yang ada di bumi mungkin 1:100.000 yang punya pemikiran yang sama. Penting juga  buat kita untuk memposisikan diri kita dari sudut pandang orang lain, atau istilahnya "Put yourself in her shoes" rasakan apa dia rasakan, pikirkan apa yang mungkin  dia pikirkan, mungkin itu awal mula adanya tenggang rasa (ini kenapa kayak PPKn).

Actually we need this, to figure out what other see,hear,feel,touch. Because world not revolves on us rite. Menjadi dewasa adalah menjadi orang yang bisa mengerti orang lain, bukan hanya aku..aku..aku..dan aku. Tapi aku dan mereka, aku jika jadi mereka.

Senin, 19 September 2011

Warna Saya


Waktu masih kecil pelajaran yang saya sukai adalah mewarnai. Kenapa? karena buat saya sangat menyenangkan saat saya bisa menciptakan warna-warna saya sendiri pada sebuah gambar. Rambut hijau, mata  biru, kulit kuning, baju ungu, langit orange. Semuanya adalah warna saya, dunia menurut saya. Dan sampai saat ini pun saya masih suka membuat warna saya sendiri. Seandainya dunia ini bisa saya warnai dengan warna saya, tentu dunia adalah tempat yang indah buat saya, tapi kenyataannya warna dunia itu sama buat saya dan orang lain.

Sampai saat ini saya masih ingin mewarnai masa depan saya dengan warna saya, tapi saya tahu in the middle of my twenty something i cant do just what i wanna do. Banyak hal yang tidak seperti zaman saya kecil dimana saya bisa memilih warna yang saya suka, karena saat beranjak dewasa orang lain mulai mempengaruhi warna-warna dalam hidup kita.Mungkin bisa saja saya memilih untuk menjadi orang yang keras kepala, hanya ingin menggunakan warna-warna saya, tapi saya tidak hidup sendirian, karena mungkin saja warna yang akan saya gunakan pada hidup saya bisa merusak hidup orang lain. Tegakah saya? Merusak halaman hidup orang lain dengan gemerlap warna dari halaman saya sendiri?

Saya tahu coretan warna apa yang harus saya torehkan dihalaman berikutnya. Gemerlap warna ungu,hijau, biru dan warna lain kesukaan saya. Tapi kalau saya lakukan akan ada halaman orang lain yang rusak, tidak seindah halaman milik saya. Yang bisa saya lakukan adalah menunggu, menunggu dia untuk memilih warna yang sama atau menemukan sebuah penghapus ajaib yang bisa menghilangkan warna-warna jelek yang saya buat dihalamnya. Saya akan menunggu saat yang tepat untuk mencoretkan warna saya di halaman saya sendirri.

***

Jumat, 16 September 2011

Amazing 4 Years- Part 2

Ah ya hampir lupa klo gw pernah nulis judul bersambung amazing 4 years, klo kemaren gw bahas teman-teman dan sekrang mari bahas tentang, ehem...cinta. Berhubung 4 tahun yang dimaksud di sini adalah 4 tahun masa kuliah di FISIP, berarti mari kita ceritakan tentang cinta-cinta selama 4 tahun.

Sebagai mahasiswi yang tidak luput dari kesalahan, tentu saja gw pernah ngeceng-ngeceng senior yang keren-keren, gak perlu lah disebut namanya, ya itu deh pokokny ada beberapa. Karena cinta dapat ditemukan dimana saja, maka cinta juga bisa ditemukan di dalam UKM, berikut beberapa UKM yang gw ikutin :

1. KINE KLUB FISIP UNS

Sumpah ini gw sebenernya gak mau deh keliatan kayak player banget di Kine, tapi apa daya yah, karena KINE itu sakti sekali bahkan mengalahkan kuliah, dan sebagian besar masa muda gw ini dihabiskan di KINE jadi cinlok-cinlok tidak dapat dihindarkan.Yaaa..semua mantan gw selama 4 tahun ini memang anak KINE, dan pacar gw saat ini juga anak KINE. Tapi gw gak sendirian, karena memang KINE itu tempat cinlok paling potensial jadi, ya itu murni bukan salah gw. Walaupun memang yang gw alami ini sangat lintas angkatan, tapi tetep gak terima kalo dibilang palygirl.

2. BENGKEL KERJA KOMUNIKASI

Berhubung di sini orang-orangnya hampir sama kayak di KINE jadi, yah ada orang yang sama juga. Dan mungkin memang karena terlalu banyak kegiatan yang menyita waktu jadi mempersempi pandangan. Maksudnya kemungkinan buat ngeceng, jadi yang keliatan bagus yang disekitar gw aja (pembelaan).

3. UKM BOLA

Nah ini dia, teori gw dulu sih, karena gw cewek sendiri jadi deh, ya gitu deh. Ada beberapa orang yang sempet deket sama gw. Tapi ya itu cuma deket gitu-gitu aja. Kan udah punya pacar dari UKM sebelumnya #eeeaaa

Dan cinta itu ada dimana-mana kan, bahkan bertebaran di tiap UKM. Bagi yang kurang beruntung tidak menemukan cinta mungkin memang bukan di situ tempatnya. Tapi gw cukup bersyukur selama masa-masa muda gw ini punya hidup penuh warna buat diceritain ke anak cucu. Dan klo diinget-inget emang kocak, kadang ngenes juga, tapi ini kan bagian jadi mahasiswa. iya kan..iya kan... namanya cinlok itu pasti ada dimana-mana, bahkan temen-temen sekelas gw juga banyak yang cinlok. hehehehehe

Kamis, 15 September 2011

Gara-Gara Tea Set

Hari ini saya dan beberapa teman membicarakan tentang kenang-kenangan untuk ibunya salah satu temen kita yang waktu jaman ngedit video selalu kita repotin #nomention. Nah, salah satu temen saya mengusulkan tea set buat kenang-kenangannya, dan saya bilang "tea set tuh tetep tea set, sebagus apapun." Karena menurut saya buat apa orang punya banyak tea set klo nantinya gak pernah dipake. Jadi bertanyalah saya pada orang yang bersangkutan, percakapannya seperti ini :
S : Ibu kamu seneng apa deh? Kita mau ngasih kenang-kenangan.
R : Apa aja terserah.
S : Tea set mau, tapi masa hari gini ngasih tea set sih!
R : Iya jangan.
S : Dikasih menantu gak mau sih (baca : saya) *sambil iris-iris hati
 dan setelahnya hening.

Ini intinya apa ya, gak ada sih. Sebenernya cuma gara-gara tea set jadi bawa-bawa hati deh. deuh